Biodigester Biogas (Bio M)

Jenjang implementasi teknologi biodigester yang diterapkan oleh MEG dimulai dengan membuat digester dengan material plastik. Hal ini dikarenakan material inilah alternatif paling murah dan mudah dibuat. Jika dibandingkan dengan produk biodigester lainnya, yang unik dari Bio M adalah konsep penampungan biogas portable. Dengan demikian, biodigester tidak harus dekat dengan dapur. Penampung gas bisa diisi dan digunakan selayaknya mencharge baterai. Teknologi Bio M juga dilengkapi dengan biofilter penapis gas bau dan beracun seperti asam sulfida dan merkaptant yang terdapat pada biogas. Teknologi ini diimplementasikan baik untuk pengolahan limbah kotoran ternak maupun limbah organik rumah tangga yang dikombinasikan dengan septic-tank.

Saat ini MEG sedang mengembangkan teknologi biodigester dengan material fiberglass. Material ini diangggap lebih praktis untuk produksi dengan jumlah lebih besar. Teknologi baru ini khususnya ditujukan untuk biodigester dengan umpan limbah dapur yang sekaligus terhubung sebagai septic tank. Selain itu, juga digunakan untuk konstruksi biodigester semi-modular untuk perkandangan kolektif.

Pupuk Organik Granular (POG M)

MEG menerapkan proses pembuatan POG standard. Sampah dicacah kemudian di ayak dan difermentasi menggunakan inokulum. Setelah itu digranulasi dan diberi tambahan pupuk bio-hayati beserta beberapa aditive. Nilai tambah MEG terletak pada innokulum. Biasanya pabrik-pabrik POG menggunakan inokulum komersial seperti EM4, stardek atau Superfam. MEG mengkombinasikan inokulum komersial dan dipadukan dengan mikroorganisme lokal (MOL). MEG juga menggunakan bahan baku yang lebih ehterogen untuk menjamin keseimbangan kandungan hara mikro pada POG M.  MEG lebih mengutamakan proses pengeringan alami pada temperatur ruang, bukan menggunakan drier dengan temperatur diatas 500°C. Hal ini untuk menjaga aktifitas bio-hayati pada POG.

Proses produksi POG-M yang diimplementasikan oleh MEG

Proses produksi POG-M yang diimplementasikan oleh MEG

MEG juga tengah mengembangkan varian pupuk lainnya yang didesain spesifik untuk kebutuhan tertentu. Kunci utama dari diverisfikasi produk ini adalah kemampuan untuk memformulasi ketersediaan hara yang mencukupi oleh tanaman tertentu. Target pupuk yang akan diproduksi selanjutnya adalah pupuk semi-organik yang spesifik digunakan untuk tembakau. Selain pupuk padat, MEG juga akan segera merilis produk pupuk cair dan pembenah tanah.

Oven Tembakau Cerobong Ganda (Oven M)

Secara umum, aliran udara pengovenan dibagi menjadi dua, udara untuk pembakaran bahan bakar (flue) dan udara panas untuk mengeringkan daun tembakau. Udara flue masuk kedalam tungku untuk menyediakan oksigen bagi pembakaran bahan bakar. Udara ini mengalir melalui alat penukar panas dan keluar melalui cerobong pertama menuju ke cerobong dua. Sedangkan udara panas masuk melalui jendela udara yang bukaannya selalu dikontrol. Udara ini dipanaskan dibagain bawah pada alat penukar panas lalu mengalir melalui rak-rak tembakau keatas. Setelah itu, dibagian atas rak terdapat saluran keluar menuju ke cerobong ke dua. Aliran udara pemans dan flue bergabung dan keluar bersama-sama melalui cerobong kedua. Bergabungnya kedua aliran udara ini menyebabkan laju alir di cerobong menjadi lebih tinggi. Temperatur udara didalam cerobong juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan udara luar. Hal ini menghasilkan fenomena yang dikenal dengan “stack effect”. Temperatur udara pemanas dan flue yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan udara luar ditambah dengan laju yang cepat menciptakan tekanan yang vacum pada oven dan memaksa masuk udara pemanas. Fenomena yang sama juga terjadi di flue. Dengan demikian, laju alir udara pembakaran dan udara pemanas dapat dikontrol dengan mengatur bukaan ventilasi udara dan ventilasi tungku. Gejala lewat jenuh yang terjadi pada oven tradisional dengan demikian dapat dicegah karena jumlah dan laju udara dapat ditingkatkan. Efesiensi pembakaran bahan bakar di tungku juga dapat ditingkatkan dengan mengatur jumlah udara yang disediakan untuk pembakaran. Karena jumlah udara pembakaran mencukupi, prasyarat excess oksigen pada pembakaran sebesar 10-50% dapat terpenuhi. Dengan demikian efesiensi pembakaran menjadi meningkat dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Kondisi vakum yang menyebabkan meningkatnya laju alir flue dan udara pemanasan juga meningkatkan bilangan Renoult pada permukaan alat pemanas sehingga meningkatkan laju perpindahan panas.

Konsep rancangan Oven M

Selain itu, tungku pembakaran yang dibuat dari metal/fiberglas/bata yang dapat diumpankan dengan berbagai bahan bakar padat, cair maupun gas; berupa kayu, batu-bara, minyak tanah maipun LPG. Tungku didesain agar memungkinkan penggunaan limbah pertanian seperti  sabut kelapa, tongkol jagung, dan berbagai jenis limbah pertanian lain yang memiliki kalor bakar yang mencukupi.

Retrofit/modifikasi oven tradisional menjadi Oven M

Retrofit/modifikasi oven tradisional menjadi Oven M

Berbeda dengan desain tradisional  dimana kelembaban dan aliran udara pemanasan dikendalikan melalui memmbuka/menutup ventilasi di bagian atas; pada oven ini, pengendalian dilakukan dibawah. Jadi jumlah udara pemanas dikendalikan dengan mengatur jumlah udara yang masuk ke oven. Dengan demikian, pemakaian udara berlebih dapat dicegah sehingga panas tidak terbuang sia-sia. Karena berada dibawah, secara teknis juga relatif lebih mudah untuk dilakukan. Melalui pengotrolan laju alir udara, tempeatur dan kelembaban secara seksama desain oven ini diharapkan memberikan kualitas krosok tembakau yang lebih baik.

Teknologi yang menjadi target pengembangan MEG berikutnya:

  • Pengolahan Air Minum (Aqua M)
  • Pengolahan Air Limbah (Pure M)