Mandalika Enviro Green

Mandalika Enviro Green

Nama perusahaan ini menceminkan dua hal, domisili serta visi-misinya. MEG didirikan oleh putra-putri dari Lombok Tengah yang dikenal dengan cerita rakyat atau legenda Putri Nyale yang konon bernama Putri Mandalika. Kami memilik mimpi untuk menerapkan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penerapan ini diharapkan terus berkesinambungan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi subjek maupun objek kegiatan.

Logo resmi MEG


Beberapa teknolgi yang kami kembangkan, terapkan dan komersilisasikan antara lain:

  • Teknologi Biogas untuk mengolah limbah organik cair, baik dari kotoran ternak maupun limbah dapur.
  • Teknologi pemrosesan dan produksi Pupuk Organik Granular (POG) dengan merek dagang “M”.
  • Teknologi pengomprongan tembakau cerobong ganda dengan menggunakan kayu yang dihasilkan hutan produksi sebagi bahan bakar, bukan batubara yang berpotensi membahayakan lingkungan.
  • Teknologi lainnya yang sedang dalam tahap pengembangan.

Bentuk implementasi dari bidang-bidang tersebut direalisasikan dengan memberikan layanan konsultasi profesional, konstruksi dan rancang bangun serta produksi dan komersialisasi produk yang dihasilkan. Keterangan lebih lengkap mengenai MEG dapat dibaca melalui website ini. Jika memerlukan keterangan lebih lanjut, dapat mengkontak personal MEG.

Setelah melalui proses diskusi yang panjang dengan mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan, Pupuk organik MEG diberi merk “M”. Pada saat ini, merk ini masih dalam tahap pendaftaran produk. continue reading…

Setelah kurang lebih 9 hari dianalisis di laboratorium kimia analitik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB. Tiga sampel POG dengan formulasi berbeda diujikan. hasil pengujian dapat dilihat pada gambar dibawah ini. continue reading…

Setelah melalui proses konstruksi yang cukup panjang, akhirnya Unit produksi POG yang dikelola oleh MEG dikelurahan perapen beroperasi. Meskipun belum 100% selesai, MEG berusaha secepat mungkin mengelalo aset tersebut agar segerara beroperasi. Beberapa gambar unit produksi Prapen dapat dilihat dibawah ini: continue reading…

Penggunaan kotoran kelelawar, atau lebih populer disebut Guano saat diperjual belikan, sebagai sumper phosfat alami telah lama diketahui. Oleh karena itu, MEG berinisiatif melakukan penambangan guano di gua-gua kelelawar dilombok selatan. Material ini rencananya akan digunakan sebagai salah satu additive untuk pembuatan pupuk MEG. Hasil uji lab yang dilakukan oleh pihak ketiga dalam hal ini BPTP NTB dapat dilihat pada gambar di bawah. continue reading…